Radio Muslim

Minggu, 24 Juli 2011

Menangis Sebagai Bahasa Komunikasi Isteri

Oleh : Cahyadi Takariawan

Dalam kehidupan rumah tangga, banyak sekali cara yang digunakan untuk berkomunikasi. Suatu ketika suami dan isteri bisa berdiskusi dengan lancar tentang berbagai macam tema. Mereka berdua mengobrol, bercerita, berdialog tentang berbagai urusan rumah tangga hingga urusan dunia. Mereka bisa saling mengungkapkan perasaan dan keinginan masing-masing dengan lancar, tanpa kendala dan tanpa kekakuan suasana.

Namun relasi suami isteri sering mengalami fluktuasi, kondisinya bisa sangat cepat berubah. Ada masa dimana hubungan di antara mereka menjadi jauh dan berjarak. Mereka berdua tidak bisa nyaman berdiskusi, tidak bisa jenak bercerita, tidak bisa lancar berkata-kata. Suasana di dalam rumah terasa sangat kaku bahkan sangat menyiksa. Ada suasana asing dan aneh yang menyelimuti rumah tangga, sehingga mereka berdua memilih saling mendiamkan dan tidak bertegur sapa.

Kadang ada keinginan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saat isteri memendam banyak sekali perasaan yang tidak bisa ditumpahkan dengan kata-kata, maka mengalirlah air mata. Rata-rata kaum perempuan lebih mudah dan lebih banyak menangis dibanding rata-rata laki-laki. Konon, rata-rata perempuan menangis sekitar 47 (empatpuluh tujuh) kali dalam setahun, sedangkan laki-laki hanya 7 (tujuh) kali saja. Tingginya hormon prolaktin dalam tubuh perempuan diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Ketika isteri menangis, sesungguhnya ia sedang mengekspresikan perasaan dan mencurahkan keinginan yang terpendam. Ia ingin mengungkapkan sesuatu, namun tidak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Mungkin perasaan sangat bahagia, mungkin perasaan sangat terluka, mungkin perasaan sangat kagum, mungkin perasaan sangat benci. Air mata lebih bisa mewakili perasaan yang ingin diungkapkan dibandingkan dengan kata-kata. Ada sangat banyak keterbatasan kata untuk mewakili suasana hati.

Bagi para suami, hendaklah semakin pandai memahami bahasa komunikasi yang satu ini. Saat melihat isteri menangis, pahamilah ia tengah berkomunikasi dengan bahasa air mata. Oleh karena itu tidak layak bagi para suami untuk memarahi isteri yang sedang menangis, atau memaksanya untuk diam. Apalagi jika sampai mengancam dan menggunakan kekerasan dalam rangka membuat sang isteri menghentikan tangisnya. Bukankah ia sedang berkomunikasi lewat tangisnya, mengapa dipaksa diam ? Para suami harus bersedia mendengar dan menampung tangis isterinya, sebagai bagian dari media berkomunikasi.

Ada sangat banyak pesan yang bisa disampaikan lewat tangis isteri. Para suami harus semakin pandai memahami pesan yang sedang disampaikan isteri lewat tangisnya. Mungkin saja ada pesan seperti ini yang hendak disampaikan sang isteri melalui tangis :

“Aku sungguh sangat mencintaimu”.
“Aku tidak ingin kehilanganmu”.
“Aku sangat bangga menjadi isterimu”.
“Suamiku, betapa bahagia hatiku berdekatan denganmu”.

Atau bisa jadi, ada pesan seperti ini :
“Engkau benar-benar tidak memahami perasaanku”.
“Engkau salah mengerti tentang diriku”.
“Engkau tidak pernah mempedulikanku”.
“Engkau tidak tahu betapa sangat sakit hatiku”.

Mungkin juga, isteri sedang mengirim pesan seperti ini :
“Aku kecewa sekali dengan sikapmu”.
“Engkau lelaki yang sangat kasar dan tidak berperasaan”.
“Aku sangat membenci perbuatanmu”.
“Malu sekali aku menjadi isterimu”.

Ketika selesai menangis, ada perasaan lega. Seperti telah berhasil melenyapkan gunung yang menghimpit tubuhnya. Perasaannya lebih nyaman dan suasana emosinya menjadi lebih stabil. Apalagi ketika suami mendekat dan memeluknya dengan penuh kasih sayang serta kelembutan, serasa perasaannya lebih terdukung. Ia merasa memiliki arti dan dihargai. Ia merasa dimengerti dan dicintai. Ia merasa benar-benar disayangi.

Namun apabila suami berlaku keras dan kasar saat isteri menangis, justru akan memperpanjang tangis sang isteri. Dipastikan suami akan gagal menangkap pesan nonverbal yang disampaikan lewat tangis sang isteri, jika ia melakukan tindakan kekerasan dengan memaksa isteri menghentikan tangisnya. Sungguh sebuah tindakan bodoh memaksa isteri berhenti menangis dengan cara yang keras dan kasar, karena pasti tidak akan berhasil.

Para suami harus menyediakan kelapangan dada untuk menampung dan mendengarkan tangis sang isteri. Jangan disikapi dengan cuek, pura-pura tidak tahu, sengaja tidak mempedulikan, atau bahkan melakukan tindakan kekerasan untuk memaksa menghentikan tangis. Pahamilah bahwa air mata merupakan salah satu bahasa komunikasi, seperti bahasa komunikasi lainnya. Maka saat isteri menangis, pertanda ia tengah mengajak berkomunikasi, dan suami harus merespon komunikasi itu dengan bahasa yang tepat.

Kadang kala suami merasa jengkel karena ia telah sangat lelah dan jenuh menghadapi permasalahan di luar rumah. Ia telah sangat penat menghadapi persoalan di kantor tempatnya bekerja, dan ingin ada suasana rehat di rumah. Ia ingin istirahat dan ingin meringankan beban yang tengah dirasakan akibat persoalan di dunia pekerjaan. Namun di rumah ternyata menjumpai suasana yang tidak diharapkan. Sesampai di rumah ia menjumpai isterinya berlaku asing dan sangat sensitif. Menyambut kedatangan suami dari kerja bukan dengan senyum dan keramahan, justru dengan ledakan tangis.

Menghadapi situasi seperti itu, para suami harus bersikap dingin. Tidak boleh emosional. Para suami harus menyadari bahwa isteri dan anak-anak di rumah memiliki hak untuk mendapatkan dirinya dalam suasana yang segar, selalu fresh. Sebagaimana kantor tempatnya bekerja, ingin mendapatkan dirinya selalu dalam suasana segar dan penuh semangat. Tidak layak kesegaran dan semangatnya hanya diberikan untuk kantor, sementara pulang dengan sisa-sisa tenaga. Sisa-sisa kesegaran, sisa-sisa perasaan, sisa-sisa semangat saja yang dibawa pulang ke rumah.

Isteri selalu menjumpai suami dalam suasana kusut saat di rumah, padahal isteri juga sedang mengalami banyak masalah. Maka muncullah suasana sentimentil, dan meledaklah tangis isteri di saat suami sedang menghendaki ketenangan. Kondisi ini harus disikapi dengan tenang dan proporsional. Para suami hendaknya membaca bahwa tangis sang isteri merupakan bahsa komunikasi. Ada pesan yang hendak disampaikan lewat tangis itu. Kendati sedang dalam suasana lelah dan jenuh, para suami harus bersikap dingin hati dan sejuk pikiran. Hadapilah dengan sepenuh jiwa, bahwa itulah realitas kehidupan yang senyatanya.

Kita tidak sedang hidup di dunia sinetron atau sinema. Kita hidup di alam yang senyatanya. Maka berbagai peristiwa kehidupan harus disikapi dengan bijaksana. Hadapi tangis isteri dengan bahasa perasaan. Tampunglah tangisnya, kendati anda juga sedang dalam kondisi jenuh dan penat menghadapi problematika dunia kerja di luar rumah. Dengan cara itu, anda berdua telah merajut bahasa komunikasi lewat hati. Suami tidak perlu kaget dan risau dengan tangis isteri, dan isteri tidak perlu kecewa karena tangisnya tidak ditanggapi.

Semakin lama usia pernikahan anda, harus semakin pandai memahami setiap simbol dan bahasa yang digunakan pasangan dalam menyampaikan pesan. Menangis adalah salah satu simbol dan juga bahasa, yang sering digunakan para isteri untuk berkomunikasi. Jangan lagi disalahpahami para suami.

Menjadi Anak Yang Baik

Oleh : bapak Cahyadi Takariawan

Anak-anakku, sesungguhnya jalan hidup ini adalah pilihan, dan engkau harus memilihnya. Ada teramat sangat banyak cara menjalani hidup, dan engkau bisa menyaksikannya dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Cobalah perhatikan orang-orang di sekitarmu, adakah mereka sama semua ? Tidak, engkau melihat mereka berbeda-beda. Tidak sama. Cara mereka berpakaian, cara mereka berbicara, cara mereka mendapatkan harta, cara mereka mendapatkan kedudukan, ternyata memang berbeda-beda.

Semua orang tua pasti mengkhawatirkan anak-anaknya di zaman sekarang ini. Apa yang mereka khawatirkan ? Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekonologi telah membuat semua menjadi mungkin dilakukan. Untuk menjadi baik atau untuk menjadi jahat, lebih mudah direalisasikan karena bantuan teknologi. Inilah yang dikhawatirkan semua orang tua. Mereka khawatir anak-anaknya terbawa ke dalam kerusakan moral. Mereka khawatir anak-anak akan menjadi jahat dan tidak mengenal kebaikan. Semua orang tua menghendaki agar anak-anak mereka menjadi anak baik.

Jangankan orang tua yang salih, sedangkan orang tua yang tidak salih sekalipun ingin agar anak-anaknya menjadi salih, menjadi baik, tidak seperti orang tuanya. Ini adalah fitrah manusia, yang telah diciptakan Allah dalam kondisi kebaikan. Seburuk apapun orang tua, pasti menghendaki agar anaknya menjadi baik. “Biarlah orang tuanya saja yang rusak dan jahat, yang penting semua anak-anak berada dalam kebaikan”, demikian keinginan mereka. Tidak ada orang tua yang bercita-cita menjadikan anaknya menjadi jahat dan rusak moralnya.

Anak-anakku, untuk menjadi anak yang baik tidaklah sulit sebagaimana dibayangkan banyak orang atau banyak teman-temanmu. Mereka suka mengatakan betapa sulit menjadi anak baik, karena terlalu banyak aturan. Ketahuilah anak-anakku, menjadi anak yang baik itu memerlukan sejumlah usaha, sebagaimana untuk menjadi anak yang jahat juga memerlukan sejumlah usaha. Sama-sama mengeluarkan energi untuk membentuk diri, mengapa harus memilih menjadi jahat ? Mengapa tidak memilih menjadi anak yang baik ?

Aku akan mengajakmu mengenal cara bagaimana menjadi anak yang baik, sehingga engkau akan mengenal pula usaha yang harus dilakukan untuk mewujudkannya.

Pertama, kenali Tuhanmu
Anak-anakku, kita semua sebagai makhluk harus mengenal siapa Yang Menciptakan kita. Engkau harus mengenal Tuhanmu, Tuhan yang memberimu rizki, yang memberimu kehidupan, yang memberimu pengetahuan, yang meberimu berbagai kenikmatan. Engkau harus mengenal Tuhanmu yang sangat baik kepadamu. Telah memberikan bentuk tubuh yang elok, telah memberikan kemampuan yang terus berkembang, telah memberikan ilmu yang membuatmu mengerti banyak hal tentang dunia.

Anak-anakku, jika engkau perhatikan makhluk hidup di sekitarmu, siapakah yang memberi rizki kepada mereka ? Lihatlah semut, mereka bisa bertahan hidup, tanpa kita memberikan makanan sedikitpun. Mereka bisa beranak-pinak dalam jumlah yang banyak, tanpa pernah merasa khawatir akan rizki anak-anaknya. Ikan-ikan di sungai yang berenang dengan bebas, adakah kita membiayai hidup mereka? Ikan-ikan itu mampu mempertahankan keturunannya dan tidak kesulitan dalam mendapatkan penghidupan.

Burung-burung yang terbang tinggi di angkasa, kitakah yang memberinya makan setiap hari ? Berapa banyak jenis burung yang sama-sama mencari makan, namun toh mereka tak pernah kelaparan. Unggas-unggas yang mengepak-ngepakkan sayapnya dengan riang sepanjang hari, siapakah yang telah memberi makan kepada mereka ? Bisakah engkau menghitung jumlah unggas di muka bumi ini, nyatanya mereka mampu hidup mandiri.

Dan berapa banyak jenis makhluk hidup di muka bumi ini, tanpa pernah bisa kita menghitung jumlah mereka, siapa yang menjamin hidup mereka sehari-hari ? Engkaukah, akukah, atau siapa¬kah Sang Maha Pemberi Rizki itu ? Siapakah Sang Pemberi Kehidupan itu ? Pasti bukan engkau, bukan pula aku.

Wahai anak-anakku, siapakah yang menumbuhkan batang-batang padi di sawah, hingga ia berbulir dan menguning, merunduk, dan siap dipetik ? Siapa pula yang menurunkan air dari langit, agar bumi menjadi segar, dan tetanaman bisa tumbuh subur di atasnya ? Siapa pula yang menegakkan batang pepohonan, membesarkan pokok, batang dan tangkainya, lalu menjadi gelondong-gelondong kayu yang siap dijadikan bahan kebutuhan manusia ?

Siapakah yang menanam pasir-pasir besi, hingga manusia bisa mengambil dan mengolahnya untuk teknologi ? Siapakah yang memancarkan tambang-tambang minyak di tetanah tandus nan gersang, lalu berebutlah manusia menguasai ladang-ladang minyak itu untuk kemapanan ekonomi mereka ? Wahai, siapa¬kah yang menabur benih-benih emas murni di bumi yang luas, hingga terciptalah kilau cahaya kekuningan ? Siapakah yang menerbitkan matahari, agar sinarnya menjadi energi yang menghidupi makhluk bumi ….

Tidakkah engkau belajar dari alam, lalu tersungkur, ruku’ dan sujud di haribaan Yang Maha Perkasa, karena kagum akan keluarbiasaan kemurahan dan curahan kasihNya ? Siapakah Dia, anakku ? Ya, Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Sempurna. Tuhan yang telah sangat baik kepada kita, maka wajib bagi kita mengikuti aturanNya. Tuhan yang sangat pemurah kepada kita, maka wajib bagi kita untuk menyembahNya. Tuhan yang sangat kasih kepada kita, maka wajib bagi kita untuk mencintaiNya di atas segalanya.

Kedua, kenali jalan Kenabian
Anak-anakku, Tuhan telah mengutus para Nabi untuk membimbing hidup manusia. Sesungguhnyalah manusia akan berada dalam kesesatan apabila tidak ada Nabi yang membimbing mereka menuju cahaya. Para Nabi telah menuntun kita kepada sebuah jalan kehidupan yang akan membawa kita menuju kebaikan dan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat kelak. Itulah yang aku sebut sebagai jalan Kenabian, jalan lurus yang digariskan Sang Nabi untuk kita ikuti.

Banyak sekali manusia memilih jalan sendiri dalam kehidupannya. Ketahuilah, jalan-jalan yang ditempuh itu tidak menjamin manusia mendapatkan kebahagiaan dunia maupun akhirat, kecuali apabila jalan itu sesuai dengan yang telah dituntunkan Sang Nabi. Banyak manusia yang tersesat dalam kehidupan, mereka mendapatkan kesuksesan material, mereka mendapatkan kedudukan tinggi, harta melimpah dan jabatan yang strategis. Namun ternyata tidak membawa mereka menuju kebahagiaan. Lihatlah betapa banyak orang yang hidup merana, tersiksa dan tidak bahagia padahal bergelimang harta dunia.

Jalan Kenabian membawa kita menuju kehidupan yang seimbang, sedangkan jalan lainnya selalu cenderung terjebak dalam sisi keduniaan, sisi kebendaan, sisi materi dan mengabaikan sisi spiritual, mengabaikan sisi akhirat. Hidup kita harus seimbang, anak-anakku, karena itulah yang akan menghantarkan kita menuju kebaikan yang hakiki. Seimbang antara urusan dunia dan akhirat, seimbang antara segi ruhani dan jasmani, seimbang antara spiritual dan material, seimbang antara usaha dan doa. Begitulah jalan yang diajarkan Sang Nabi. Jalan keseimbangan yang akan membawa manusia menuju kebaikan dan kebahagiaan.

Anak-anakku, engkau melihat betapa banyak orang yang rusak badan, pikiran dan hatinya, karena mereka mengeksplorasi kesenangan sesaat. Semua ingin mereka rasakan, semua ingin mereka nikmati tanpa peduli aturan Sang Nabi. Mereka hancurkan tubuh dan pikiran dengan berbagai hal yang memabukkan dan merusakkan. Mereka hancurkan masa depan bangsa dan negeri ini dengan kelakuan bejat setiap hari. Internet hanya menjadi sarana kemaksiatan bagi mereka. Komputer hanya menjadi sarana kejahatan bagi mereka. Harapan apa yang bisa dititipkan kepada mereka yang tidak mengenal jalan Kenabian ? Tidak ada.

Ketiga, hormati orang tuamu
Anak-anakku, kedua orang tuamu telah menjadi lantaran keberadaanmu di dunia ini. Ibumu telah mengandung dan melahirkanmu dengan susah payah, penuh perjuangan yang sangat hebat. Kedua orang tuamu telah merawatmu dengan penuh kasih sayang. Siang dan malam mereka menjagamu saat engkau masih bayi, terkadang ayah dan ibumu harus begadang semalaman karena engkau sakit. Itu mereka lakukan dengan penuh perasaan cinta dan tanggung jawab.

Sekarang setelah engkau semakin besar dan terus tumbuh berkembang, kedua orang tuamu berusaha mendidik dengan baik, serta mencarikan sekolah yang berkualitas untuk masa depanmu. Lihatlah ayah dan ibumu bekerja keras mencari penghidupan demi membahagiakanmu. Mereka tidak tega melihat engkau berjalan kaki tanpa alas kaki, maka mereka membelikanmu sepatu. Mereka tidak tega melihatmu menempuh jarak yang jauh untuk sekolah, maka mereka membelikan sepeda untukmu, atau memberikan uang agar engkau naik angkutan umum. Padahal engkau melihat uang mereka sebenarnya terbatas, bahkan kadang mereka juga mengalami kesulitan keuangan.

Kedua orang tuamu mungkin saja menjengkelkanmu karena aturan-aturan yang engkau rasakan terlalu mengurangi kebebasanmu. Namun sesungguhnya yang mereka lakukan adalah untuk kebaikanmu. Mereka sangat ingin menjagamu, sehingga terkadang keinginan seperti itu membuat mereka berlebihan dalam memberikan aturan untukmu. Jika engkau merasa tidak nyaman dengan beberapa aturan yang diberikan, hendaklah engkau bicarakan baik-baik dengan mereka berdua. Tanyakan apakah ada cara lain yang lebih melegakan bagimu dan bagi kedua orang tuamu, sehingga semua merasa nyaman dan tidak saling tertekan.

Engkau tidak boleh memberontak dan melawan orang tuamu, karena sesungguhnya semua bisa dibicarakan baik-baik bersama mereka. Percayalah, mereka sangat mencintaimu dan tidak ingin mengecewakanmu. Salurkan ketidaksukaanmu atas beberapa sikap dan aturan yang mereka berikan, dengan jalan pembicaraan yang santun dan penuh hormat. Orang tuamu pasti akan mendengarkan pendapatmu jika memang pendapatmu itu masuk akal dan tidak membahayakan kebaikan dirimu dan keluargamu.

Keempat, belajarlah dengan tekun
Anak-anakku, masa muda adalah masa-masa emas dalam pembelajaran. Maka tekunlah belajar menuntut ilmu. Manfaatkan waktu dan kesempatan untuk mendalami banyak ilmu pengetahuan, karena kelak itu semua akan engkau perlukan dalam menjalani kehidupan. Jangan sia-siakan waktu emasmu ini dengan kegiatan yang tidak bermanfaat bagi kebaikanmu dan bagi masa depanmu. Gunakan waktu sebanyak mungkin untuk belajar dan mencerap berbagai macam ilmu, baik di rumah, di sekolah maupun dalam lingkungan sekitarmu.

Saat engkau sekolah, ikutilah program pendidikan di sekolah dengan baik. Manfaatkan berbagai fasilitas yang ada di sekolah untuk mengasah kepandaianmu, untuk melatih ketrampilanmu, untuk menumbuhkan kemandirianmu. Sangat banyak fasilitas sekolah yang sering disia-siakan para pelajar, seperti perpustakaan dan sarana-sarana kegiatan lainnya. Banyaklah bertanya kepada guru dan seringlah berdiskusi dengan teman-temanmu, itu semua akan menambah wawasan dan ketrampilan sosialmu. Ikuti pula kegiatan organisasi untuk mengasah kemampuan manajerial dan bakat kepemimpinanmu.

Sesungguhnya sangat banyak ilmu yang bisa engkau dapatkan selama masa pembelajaran. Itu semua akan engkau rasakan manfaatnya kelak ketika sudah dewasa. Sekolah bukan hanya untuk mendapatkan ijazah, namun untuk mendapatkan kematangan jiwa, pemikiran, perasaan dan berbagai ketrampilan. Sekolah akan mencetakmu menjadi manusia pembelajar yang akan engkau teruskan setelah selesai masa pendidikan kelak. Jiwa pembelajar ini sangat penting bagimu, karena engkau akan sering berada dalam suasana baru di dalam mengarungi kehidupan yang sesungguhnya kelak.

Kelima, berteman untuk memperkuat kebaikan
Anak-anakku, sesungguhnya semua dari kita memerlukan teman. Kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian. Kita selalu saling memerlukan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, engkau harus bisa bergaul dan memilih teman yang tepat untuk memperkuat kebaikanmu. Sangat banyak jenis teman, dan engkau bisa bergaul dengan semua dari mereka sesuai tingkat keperluan yang engkau inginkan. Namun batasannya jelas, bahwa pertemananmu harus memperkuat kebaikanmu, syukur bisa memperkuat kebaikan teman-temanmu pula.

Semua orang akan terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya, maka engkau akan selalu berada dalam suasana pengaruh-mempengaruhi satu dengan lainnya. Mungkin pengaruhmu lebih kuat sehingga teman-temanmu terwarnai olehmu, mungkin pula pengaruh temanmu lebih kuat sehingga engkau terwarnai oleh kepribadiannya. Itulah sebabnya, engkau harus pandai membatasi tingkat pertemanan pada pengaruh yang saling menguatkan dalam kebaikan. Jika engkau merasa terpengaruh dalam keburukan, cepat tinggalkan pertemanan seperti itu karena sangat merugikanmu.

Namun bagaimanapun kondisi teman-temanmu, engkau harus bisa menjaga hubungan baik dengan mereka. Mereka kelak akan menjadi orang-orang yang berpengaruh atau orang-orang sukses dalam dunia masing-masing, dan engkau masih memiliki tali pertemanan dengan mereka. Dengan pertemanan itu, suatu saat engkau akan bisa menitipkan nilai-nilai kebaikan pada dunia mereka masing-masing, sehingga pengaruh kebaikanmu akan tetap bisa terjaga.

Keenam, lakukan kegiatan yang bermanfaat
Selain di sekolah dan di rumah, ada banyak alternatif kegiatan yang bermanfaat bagimu. Ikutilah kegiatan yang memberikan kemanfaatan, agar waktumu efektif teralokasikan untuk kebaikan. Jangan biarkan ada waktumu yang terbuang percuma, terhanguskan dengan sia-sia. Banyak anak-anak remaja seusiamu yang menghabiskan waktu berhari-hari di depan play station, atau main game online tanpa mengenal batas waktu. Mereka telah membakar waktu untuk hal-hal yang kurang memberi kemanfaatan untuk kebaikan.

Di rumah, engkau bisa membiasakan diri untuk olah raga rutin, engkau bisa mengambil suatu peran untuk membantu orang tuamu mengerjakan urusan kerumahtanggaannya. Cobalah engkau mencuci pakaian kotormu sendiri, dan menyeterikanya sendiri. Cobalah engkau bersihkan kamar tidurmu sendiri, engkau rapikan meja belajar dan peralatan sekolahmu sendiri. Cobalah engkau bersihkan sendiri piring dan gelas yang telah engkau pakai. Cobalah engkau belajar memasak untuk keperluanmu dan saudara-saudaramu. Itu semua menjadi kegiatan yang bermanfaat bagimu.

Anak-anakku. di lingkungan sekitar rumahmu, tentu ada kegiatan sosial kemasyarakatan untuk anak-anak seusiamu. Engkau harus mengikuti kegiatan positif yang ada di lingkunganmu agar engkau tidak buta lingkungan. Tetanggamu adalah orang-orang yang pertama kali memberikan bantuan kepadamu jika terjadi sesuatu di rumahmu. Maka engkau harus mengenal tetanggamu dan berkegiatan bersama mereka. Jangan engkau menjadi anak-anak muda yang terasing dari lingkungan, dan tidak mengenal kondisi sekitar.

Ketujuh, memiliki komunitas penjaga kebaikan
Anak-anakku, sesungguhnya jiwa manusia itu cepat sekali berubah dan mudah terpengaruh. Maka engkau harus memiliki komunitas untuk menjaga kebaikanmu. Engkau harus berada dalam suatu komunitas yang berkonsentrasi untuk membentuk kepribadianmu. Komunitas ini terdiri dari orang-orang baik, yang selalu berorientasi kebaikan, mengerti jalan Kenabian, dan saling menjaga untuk menguatkan kepribadian satu dengan lainnya.

Sang Nabi telah berpesan agar kita berada dalam jama’ah atau komunitas kebaikan. Karena jika kita sendirian tanpa memiliki komunitas ini, akan mudah sekali terjebak dalam penyimpangan atau keburukan. Jika engkau sendirian, engkau tidak memiliki rekan untuk mengingatkan dan menjaga, tidak memiliki komunitas untuk menasihatidan meluruskan, tidak memiliki sahabat untuk memberikan pertimbangan. Padahal engkau sangat memerlukan semua itu. Maka milikilah komunitas yang bisa menjagamu dalam kebaikan, dimanapun engkau berada.

Sesungguhnyalah semua dari kita lemah dan memiliki banyak keterbatasan. Dengan berada dalam komunitas kebaikan, akan membuat suasana saling menguatkan dan saling melengkapi kekurangan. Komunitas itu pula, selain kepada ayah dan ibumu, yang menjadi tempat kembalimu saat engkau mengalami persoalan yang memerlukan bantuan pemecahan. Komunitas itu telah menjadi ikatan persaudaraan yang kokoh, yang menyebabkan engkau berada dalam suasana keterjagaan senantiasa.

Jika engkau lakukan tujuh hal di atas, insyaallah engkau akan menjadi anak baik. Anak yang akan menjadi penyejuk hati kedua orang tua. Anak yang berbakti kepada ayah dan ibu, disenangi teman, bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Engkau akan menjadi harapan bagi kebaikan bangsa dan negaramu. Engkau menjadi tumpuan kejayaan masa depan peradaban, karena engkau telah menjadi anak yang baik.

Tidak sulit bukan, menjadi anak yang baik ? Yang diperlukan hanyalah kemauan untuk berusaha membentuk dirti menjadi anak baik. Semoga engkau semua menjadi anak-anak yang baik. Amin.

Jumat, 22 Juli 2011

Photonic Crystal Fiber Pada Sayap Kupu-kupu

Photonic Crystal Fiber Pada Sayap Kupu-kupu
Oleh Anawati

Hubungan satu Ilmu dengan ilmu lain sangatlah erat. Tidak ada satu ilmu yg lebih unggul dari ilmu yang lain. semuanya saling mendukung. dan yang lebih penting lagi adalah seberapa besar peran ilmu itu untuk mendekatkan diri kita kepada Sang Pencipta.



........."Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)"......(Al-Kahfi:109)



........."Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"...... (Luqman :27)



---------------------------------------

....intermezzo.........



me : why do we have many holes in the cladding of the fiber? isnt it difficult to make those holes within diameter about 2micron?if there�s no significant results, can we just use the conventional fiber? means we reduce one step fabrication.



David : well that�s the art of this science. once you eliminate the hole or change the distance among the holes. the result will be different.find out by yourself.



Itu satu pertanyaan yg saya ajukan pd supervisor saya saat pertemuan pertama untuk tesis. fiber optik memang sangat populer saat ini sebagai alternatif pengganti kabel listrik sebagai kompensasi dari kebutuhan akan akses informasi cepat yg semakin tinggi. Fiber optik merupakan kumpulan sejenis kabel berukuran sehelai rambut dari bahan silika glass yg mengirimkan informasi berupa cahaya (foton).



Impian para scientist dari dunia optoelektronik, tepatnya material optoelektronik, adalah memanfaatkan cahaya sebagai media untuk mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lain. sebagian telah dapat kita nikmati dalam bentuk piringan CD, kabel internet, telp dll. namun untuk kabel harganya memang relatif lebih mahal.



Mengapa ini menjadi impian besar para scientist saat ini? Sebab informasi yg dikirimkan bisa 1000x lebih banyak (THz dibanding GHz) dibanding jika menggunakan kabel biasa. Ini tidak lain karena foton telah menggantikan elektron. Dalam kabel biasa yg mengalir adalah elektron sementara dalam fiber optik adalah foton alias cahaya. jika ini berhasil maka bisa kita bandingkan kecepatan kerjanya akan minimal 100x lipat. sebagai gambaran, kecepatan elektron sekitar 2.42 x 10^6 m /sec sedang kecepatan cahaya adalah 3x10^8 m /sec.



Prof. Eli Yablonovitch dari jurusan electrical engineering, UCLA berhasil menemukan suatu fiber khusus dalam rangka mewujudkan impian ini. setelah selama satu tahun melakukan riset meskipun orang-orang dari dunia semikonduktor mengatakan riset itu sia-sia belaka, dia tetap bertahan. thn 1999 beliau berhasil membuat struktur fiber seperti sarang madu. Hasil temuannya ini dinamakan Photonic crystal fiber (PCF). fiber ini terdiri dari inti (solid core dr silica) berukuran sekitar 7 micro dan cladding (pelindung) yg terdiri dari banyak lubang (berisi udara) berukuran 2 micro tersusun dengan jarak periodik tertentu menyerupai sarang madu (honeycomb). keunggulan PCF adalah sensitivitasnya, jika sedikit saja jarak antar lubang pada cladding atau ukuran claddingnya diubah maka cahaya yg diteruskan akan berubah warnanya. dan jika ada sedikit saja cacat misal ada satu saja lubang yg ukurannya tidak sama dengan lubang lainnya maka tidak akan ada cahaya yg diteruskan sama sekali demikian juga jika ada jarak antara satu lubang dg lubang lain tidak sama.



Pertanyaan yg timbul selanjutnya adalah darimana Prof.Yablonovitch dapet ide membuat fiber seperti itu? ternyata sumbernya adalah sayap kupu-kupu (butterfly dan moth). Gejala yang sama ditemui pada sayap kupu-kupu. dari dunia biologi diketahui ternyata warna yang timbul dari kupu-kupu bukanlah hasil dari pigmentasi seperti warna kulit kita atau hijaunya daun. warna pada kupu-kupu timbul dari hasil interaksi cahaya dengan struktur khusus pada sayapnya. cara kerjanya adalah untuk sederhananya kita ambil contoh lapisan minyak diatas air. dari sudut yg berbeda kita pandang lapisan minyak tsb maka warna yg tampak akan berbeda. Itulah sebabnya kita melihatnya berwarna-warni seperti pelangi. hal ini terjadi karena bergabungnya cahaya yg terpantul dari permukaan minyak dan cahaya yg terpantul dari ketebalan tertentu dibawah permukaan yg semula tidak terpantul di permukaan.



...."(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."..... (Ali`Imran :191)



Dari sini kita tahu ternyata struktur sayap kupu-kupu sangatlah rumit dan jika ingin ditiru memerlukan ketelitian yang sangat tinggi dengan tingkat kegagalan yg tinggi juga disamping ukurannya sangat kecil untuk terjangkau mata kita.



Para fisikawan dan ahli biologi dari liquid crystal group menemukan juga bahwa kulit dari kepik dan beberapa jenis serangga lain yg berwarna-warni ternyata juga bukan hasil dari pigmentasi. kulitnya terbuat dari bahan liquid crystal, sejenis dengan bahan yg digunakan pada layar laptop atau flat TV. selama ini kita hanya mengenal 3 jenis zat yaitu padat, cair, dan gas. ternyata ada jenis zat lain yaitu liquid crystal yg mempunyai manfaat yg luar biasa dibidang elektronik dan medis. zat ini merupakan fasa pertengahan antara padat dan cair. Jika cahaya mengenai bahan ini maka akan timbul interaksi berupa pantulan, interferensi cahaya dll yg menimbulkan warna yg sangat indah.



...Subhanallah, semua makhluk didunia ini telah diciptakan Allah SWT dengan sangat teliti dan sempurna. dan sangatlah mustahil jika itu terjadi dengan sendirinya....



Ternyata dari pengetahuan di dunia biologi bisa membawa ke penemuan di bidang elektronik dan saya yakin sekali masih banyak penemuan dibidang2 lain yg dimanfaatkan untuk menunjang bidang ilmu lainnya.

Kamis, 23 Juni 2011

pentingnya menimba ilmu karena hidup hanya sesaat

lihatlah nasehat ulama berikut tentang lezatnya menimba ilmu agama di samping kesibukan Anda sehari-hari menggeluti ilmu dunia dan aktivitas dunia.

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata,

تَعَلَّمْ الْعِلْمَ فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لَكَ حَسَنَةٌ ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ ، وَمُذَاكَرَتَهُ تَسْبِيحٌ ، وَالْبَحْثَ عَنْهُ جِهَادٌ ، وَتَعْلِيمَهُ مَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَبَذْلَهُ لِأَهْلِهِ قُرْبَةٌ .

“Tuntutlah ilmu (belajarlah Islam) karena mempelajarinya adalah suatu kebaikan untukmu. Mencari ilmu adalah suatu ibadah. Saling mengingatkan akan ilmu adalah tasbih. Membahas suatu ilmu adalah jihad. Mengajarkan ilmu pada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Mencurahkan tenaga untuk belajar dari ahlinya adalah suatu qurbah (mendekatkan diri pada Allah).”

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata,

الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنْ الْمَالِ ، الْعِلْمُ يَحْرُسُك وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ ، وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ ، وَالْعِلْمُ يَزْكُو بِالْإِنْفَاقِ

“Ilmu (agama) itu lebih baik dari harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta mesti engkau menjaganya. Harta akan berkurang ketika dinafkahkan, namun ilmu malah bertambah ketika diinfakkan.”

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

مَجْلِسُ فِقْهٍ خَيْرٌ مِنْ عِبَادَةِ سِتِّينَ سَنَةً

“Majelis ilmu lebih baik dari ibadah 60 tahun lamanya.”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

مَنْ لَا يُحِبُّ الْعِلْمَ لَا خَيْرَ فِيهِ

“Siapa yang tidak mencintai ilmu (agama), tidak ada kebaikan untuknya.”

Imam Asy Syafi’i rahimahullah juga mengatakan,

طَلَبُ الْعِلْمِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ النَّافِلَةِ

“Menuntut ilmu itu lebih utama dari shalat sunnah.”

Dalam perkataan lainnya, Imam Asy Syafi’i berkata,

لَيْسَ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ

“Tidak ada setelah berbagai hal yang wajib yang lebih utama dari menuntut ilmu.”

Imam Asy Syafi’i berkata pula,

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Siapa yang ingin dunia, wajib baginya memiliki ilmu. Siapa yang ingin akherat, wajib baginya pula memiliki ilmu.” Maksudnya adalah ilmu sangat dibutuhkan untuk memperoleh dunia dan akherat.


betapa pentingnya menuntut ilmu itu, so kawan mari manfaatkan waktu kita untuk terus menimba ilmu, ilmu dunia terlebih utama ilmu akhirat.....
agar ibadah kita semakin mantap dan semakin indah pula akhlak kita.

Senin, 16 Mei 2011

NII KW 9

Apabila kita mendengar isu Negara Islam Indonesia (NII), maka yang terlintas dalam pandangan masyarakat adalah, kelompok yang ingin mengganti NKRI dengan Negara Islam, dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Seperti, mengeksploitasi wanita bercadar untuk merampok dan memeras uang, termasuk mengancam dibunuh bila keluar dari komunitas tersebut.

Akibatnya, serentetan persepsi negatif itu, tidak saja berdampak buruk bagi komunitas itu, tapi juga terhadap Islam itu sendiri. Bahkan akhir-akhir ini, tidak saja mengaitkan gerakan Islam Syari’at dengan NII, tapi juga menyematkan labelalisasi terorisme.

Kasus terbaru adalah terungkapnya kasus Laila Febriani alias Lian, 7 April 2011, pegawai honorer Departemen Perhubungan, yang terdampar dua hari di Masjid At Ta'awun dikawasan Puncak, Bogor. Ketika ditemukan, Lian dalam kondisi linglung dicurigai akibat indoktrinasi aliran sesat, bahkan ia sudah merubah gaya berpakaiannya dengan mengenakan Jilbab Lebar dan bercadar.

Dibalik kasus ini muncul kesan untuk memojokkan citra berbusana Muslimah dengan jilbab lebar dan bercadar. Tak hanya itu, Lian menyebut banyak pria berjenggot tebal diantara mereka yang mengindoktrinasinya.

Gerakan NII Palsu

Upaya mendiskreditkan misi NII yang diproklamirkan SM. Kartosuwiryo, 12 syawal 1368 H/ 7 Agustus 1949 M, telah dilakukan bukan saja oleh mereka yang memusuhinya. Tapi, yang lebih berbahaya justru munculnya gerakan sempalan NII, yang melakukan penyimpangan atas nama NII oleh orang yang malah mengaku sebagai penerus perjuangan NII. Salah satu upaya jahat itu dilakukan oleh Totok Abdussalam alias AS Panji Gumilang, pimpinan Ma’had Al-Zaytun, Inderamayu, Jawa Barat, di bawah payung gerakan NII KW 9.

Padahal, misi NII yang diperjuangkan SM. Kartosuwiryo dan NII KW 9 versi AS Panji Gumilang membawa misi kontradiktif, berbeda dalam tujuan, dan bertentangan secara aqidah. NII atau DII/TII Kartosuwiryo berjuang menegakkan Negara Islam Indonesia berdasarkan Quran dan Sunnah. Sebaliknya, NII KW 9 yang dipimpin AS Panji Gumilang dengan Ma’had Al-Zaytun sebagai sentral aktivitasnya, melakukan penipuan, dan pemerasan atas nama NII. Pemahaman keagamaan, dan prilaku pengikutnya yang sama sekali tidak bisa dikategorikan Islami, adalah fakta kongkrit. Mereka menafsirkan ayat-ayat Al-Quran menggunakan metode safsathah, tafsir semau gue berdasarkan kepentingan hawa nafsu.

Karakteristi NII KW 9 versi Panji Gumilang dapat dilihat dari pemahaman keagamaan, dan perilaku pengikutnya:

Pertama, ingkar Sunnah: Pengajian-pengajian diselenggarakan sangat eksklusif dan tertutup. Materi awal tentang kebenaran Al-Quran, berikutnya akan selalu menggunakan Al-Quran sebagai rujukan, jarang sekali menggunakan hadits. Alasannya, adanya perkataan Nabi SAW : “Inna khairul hadits kitaballah – sebaik-baik hadits adalah kitabullah.” Mereka menolak hadits dengan menggunakan dalil hadits. Dalam hal ini, NII KW 9 menggunakan kalimat yang benar untuk tujuan kebathilan, sebagaimana dikatakan Imam ‘Ali bin Abi Thalib, Kalimatu haqqin yuradu biha bathilun.”

Sedang Ustadz yang memberikan pengajian selalu menyembunyikan identitasnya, dengan alasan security (keamanan). Bukan itu saja, calon pengikut NII KW 9 diajak ke suatu tempat untuk dibai’at, selama dalam perjalanan matanya ditutup.

Mereka menafsirkan ayat-ayat Al-Quran semau gue, sesuai kepentingan hawa nafsunya. Penggunaan hujjah Al-Quran hanya sekedar alat legitimasi atas suatu pemahaman sesat. Misalnya, peristiwa Isra’ Mi’raj ketika Rasulullah Saw naik ke langit ke tujuh, mereka artikan sebagai tujuh tingkat struktur pemerintahan, yaitu RT, RW, Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, dan Presiden. Ibadah shalat dianggap bukan kewajiban setiap Muslim, karena belum futuh Makkah, padahal Al-Quran sudah turun 30 juz dan Rasulullah Saw sudah wafat.

Kedua, menghalalkan yang diharamkan Allah : Siapa saja di luar kelompoknya dianggap kafir, karena itu halal darahnya dan dan hartanya boleh dirampas, dengan menganggapnya sebagai harta rampasan (fa’i). Jama’ahnya diperas, dijadikan objek pengumpulan dana dengan alasan infaq dan shadaqah, sementara penggunaan dana yang terkumpul tidak transparan. Para anggota jama’ah yang tidak berinfaq dianggap berhutang. Karena itu mereka membolehkan pengikutnya untuk mencuri, merampok, berdusta atas nama agama demi memenuhi tuntunan bai’atnya.

Istilah NII hanyalah kedok, untuk memudahkan rekrutmen para aktivis Muslim, sementara di sisi lain mereka menghalalkan darah dan harta sesama Muslim diluar kelompoknya, persis perilaku dan pemahaman kaum komunis PKI.

Kelompok NII (Negara Intelijen Indonesia) KW 9 ini disinyalir banyak pengamat dan aktivis Muslim, sebagai pembawa misi terselubung untuk menghancurkan Islam dari dalam. Melakukan penyimpangan aqidah dan syari’ah dengan memakai label Islam, mengikuti pandangan Napoleon Bonaparte yang menyatakan : “Jika mau membunuh kuda, gunakan kuda.”

Gerakan NII KW 9, juga mengusung misi intelijen. Tujuannya membangun citra negatif bagi gerakan yang bertujuan menegakkan Syari’ah Islam secara kaffah, menakut-nakuti umat Islam. Labelisasi Islam terhadap perilaku dan pemahaman yang bertentangan dengan ajaran Islam, adalah di antara metode dakwah yang ditempuh NII KW 9 pimpinan Totok Salam alias AS Panji Gumilang. Pusat gerakan aliran sesat KW 9 di Ma’had Al-Zaytun (bukan Az-Zaytun), Haurgeulis, Kabupaten Inderamayu, Jawa Barat.

Jadi, Darul Islam atau NII pimpinan SM. Kartosuwiryo yang diproklamasikan 12 syawal 1368 H / 7 Agustus 1949 M, hanya menjadi tameng gerakan KW 9 (Komandemen Wilayah 9), sama sekali tidak memiliki kaitan sejarah, baik secara harakiyah maupun ideologis dengan NII KW 9 pimpinan Totok Salam. Hal ini penting ditegaskan, agar masyarakat tidak keliru menilai, dan tidak rancu dalam memahami peran sentral Darul Islam dalam membangkitkan semangat jihad, untuk membasmi kebathilan.

NII bentukan intelijen ini sungguh jauh benar karakternya dengan NII yang semua dirintis Kartosoewirjo, Daud Beureuh. Upaya formalisasi syariat Islam di lembaga negara selalu dikaitkan dengan Negara Islam Indonesia (NII), karena dianggap memiliki benang merah dengan Darul Islam atau NII pimpinan SM. Kartosuwiryo.

Darul Islam, dipandang sebagai embrio atas suatu paham yang mengedepankan pentingnya melaksanakan Syari’at Islam secara sistemik, melalui jalur kekuasaan pemerintahan. Karena tanpa kekuasaan, Islam tidak akan bisa secara optimal melaksanakan misi Rahmatan Lil ‘Alamin.

Maka di zaman SM Kartosuwiryo, istilah NII bukan sekadar nama sebuah gerakan keagamaan, melainkan institusi Negara dengan konstitusi Islam yang memiliki kekuasaan berdaulat penuh. Memberi label NII pada aktivitas gerakan keagamaan, sangat riskan dari sudut pandang keamanan, juga dapat disalah gunakan sebagai alat penipuan secara ideologis.

Penolakan penggunaan nama NII terhadap aktivitas yang hanya sekadar gerakan, tanpa basis teritorial serta otoritas kekuasaan yang jelas, selain sebagai upaya mengamankan dan mengamalkan amanah perjuangan. Juga, meluruskan pemahaman yang keliru, memberi nama pada sesuatu yang bukan menjadi namanya. Menganggap gerakan sebagai Negara, koordinasi sebagai kekuasaan pemerintahan, sangat rentan terhadap penyusupan dan penyalahgunaan wewenang.

Negara Intelijen

Pada tanggal 27 Agustus 1999, masyarakat pergerakan Islam dikejutkan oleh sebuah pemberitaan berkenaan dengan diresmikannya sebuah pesantren oleh Presiden B.J. Habibie, di Indramayu (Jawa Barat). Pesantren termegah di Asia Tenggara itu bernama Ma’had Al-Zaytun, yang dipimpin oleh Syaikh Al-Ma’had AS Panji Gumilang.

Yang membuat kalangan pergerakan terkejut bukanlah semata-mata karena kemegahan pesantren yang berdiri di tengah-tengah kemiskinan rakyat sekitarnya, tetapi terutama karena sosok yang bernama AS Panji Gumilang, yang tak lain adalah Abu Toto, alias Toto Salam.

Pada tanggal 14 Mei 2003 Jenderal AM Hendropriyono (dalam kapasitasnya sebagai Kepala BIN), atas nama Presiden RI (waktu itu) Megawati, memenuhi undangan Panji Gumilang untuk menancapkan patok pertama bangunan gedung pembelajaran yang diberi nama Gedung Doktor Insinyur Haji Ahmad Soekarno. Kehadiran Jenderal Hendropriyono ketika itu diikuti hampir seluruh pejabat tinggi BIN.

Pada Pemilu Legislatif 5 April 2004, terdapat sekitar 11.563 pemilih yang tersebar di 39 TPS Khusus Al-Zaytun, hampir seluruhnya (92,84 persen) diberikan kepada Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pimpinan Jenderal Purn. Hartono dan Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut—putri Soeharto). Selebihnya (618 suara) diberikan kepada Partai Golkar.

Tanggal 5 Juli 2004, masyarakat kembali dikejutkan oleh pemberitaan seputar Pemilihan Presiden, yaitu ketika Al-Zaytun berubah sementara menjadi ‘TPS Khusus’ yang menampung puluhan ribu suara (24.878 jiwa) untuk mendukung calon presiden Jenderal Wiranto. Ketika itu, puluhan armada TNIAD hilir-mudik mengangkut ribuan orang dari luar Indramayu yang akan memberikan suaranya di TPS tersebut. Dalam perkembangannya, hasil dari TPS Khusus ini dianulir.

Sebelum kasus penimbunan senjata oleh Brigjen Koesmayadi diungkap oleh KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso (yakni pada 29 Juni 2006), beberapa tahun sebelumnya sejumlah aktivis Islam pernah melaporkan kepada aparat kepolisian tentang adanya timbunan senjata di Al-Zaytun, pada sebuah tempat yang dinamakan Bunker. Laporan itu baru ditindak-lanjuti aparat kepolisian beberapa bulan kemudian, setelah ratusan senjata itu dipindahkan ke tempat lain, dan bunker tempat penyimpanan senjata sudah berubah fungsi. Senjata-senjata itu milik seorang jenderal aktif yang sangat berpengaruh pada masanya.

Dari rentetan fakta di atas, tampaknya sulit untuk mencegah bila ada yang menyimpukan bahwa Toto Salam alias Abu Toto adalah sosok yang disusupkan ke dalam gerakan Islam, dengan proyek mercusuarnya berupa Ma’had Al-Zaytun.

Minggu, 15 Mei 2011

Trik untuk Leher Kaku dan Nyeri

Leher tidak hanya mendukung kepala, tapi juga membantu dalam melakukan gerakan. Tapi jika leher terasa kaku dan nyeri maka bisa menghambat aktivitas dan rasa tidak nyaman. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Daerah leher merupakan gabungan dari kepala dan seluruh tubuh yang kaya akan otot, ligamen dan tendon yang bertanggung jawab untuk mendukung dan pergerakan leher. Kondisi-kondisi tertentu bisa membuat otot leher terasa kaku sehingga menimbulkan rasa sakit dan nyeri.

Terkadang orang yang mengalami kekakuan leher juga mengeluh sakit kepala, hal ini karena otot antara kepala, leher dan lengan saling terhubung. Sehingga otot leher yang kaku bisa memicu keluhan di bagian tubuh lain.

Beberapa hal diketahui bisa menjadi penyebab
otot leher menjadi kaku sehingga muncul rasa sakit, nyeri dan tidaknyaman lainnya, seperti dikutip dari Buzzle dan Everydayhealth.com, Jumat (13/5/2011) yaitu:


1. Postur tubuh yang buruk saat duduk atau salah posisi saat tidur bisa menyebabkan otot tegang menjadi kaku dan salah tempat yang memicu terjadinya sakit serta nyeri
2. Terlalu sering menggunakan otot-otot ini dalam bergerak
3. Stres dan depresi, jika seseorang berada di bawah tekanan maka otot akan menjadi tegang yang memicu terjadinya rasa sakit, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya
4. Cedera atau trauma akibat jatuh, kecelakaan atau kegiatan olahraga
5. Kejang otot yang terjadi ketika saraf mengirimkan pesan ke otot-otot yang bisa menyebabkan terjadinya kontraksi. Kejang otot yang terjadinya bisa menyebabkan leher kaku dan sakit.
6. Saraf terjepit, kondisi ini kemungkinan akibat radang sendi, penyempitan kanal tulang belakang atau hernia pada lempengan (disk) tulang. Saraf terjepit ini bisa menyebabkan leher kaku yang kadang dapat menyebar hingga ke lengan atau kaki.
7. Membawa beban berat sebelah pada salah satu bahu, beban yang berat sebelah cenderung membuat kepala dan leher melawan beban ini ke arah yang berlawanan sehingga menimbulkan kontraksi berlebih sehingga memicu kaku dan nyeri.

Tradisi Sehat Para Perempuan di Berbagai Negara

Setiap negara punya tradisi sehat yang diwariskan turun-temurun. Beberapa di antaranya memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan perempuan sehingga rata-rata perempuan di negara tersebut berumur panjang dan jarang kena penyakit.

Dikutip dari Womanshealth, Minggu (3/4/2011), 5 negara yang warga perempuannya rata-rata berumur panjang adalah sebagai berikut:

1. Jepang
2. Monako
3. Andorra
4. Australia
5. Spanyol


Bagi perempuan Jepang, rahasia umur panjang salah satunya terletak pada sup kedelai yang selalu disajikan sebagai menu sarapan pagi. Penelitian membuktikan, konsumsi sup kedelai sedikitnya sekali dalam sepekan bisa mengurangi risiko kanker payudra hingga 50 persen.

Rahasia lain yang membuat perempuan berumur panjang adalah tradisi minum teh, minuman dengan kandungan antioksidan cukup tinggi yang bisa menghambat proses penuaan. Manfaat yang sama juga didapatkan oleh para perempuan di Russia yang rutin minum anggur.

Sementara itu 5 negara yang warga perempuannya paling jarang terkena serangan jantung adalah sebagai berikut:

1. Republik Kiribati
2. Prancis
3. Jepang
4. Monako
5. Korea Selatan


Bagi perempuan Prancis, anggur beralkohol yang turin dikonsumsi menjadi sumber antioksidan yang bisa mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung. Sama halnya dengan tradisi minum teh hijau yang dilakukan perempuan Jepang.

Lain halnya di Korea Selatan, rahasia jantung sehat terletak pada makanan khas yang dinakaman Kimchi. Salah satu bumbu yang digunakan adalah bawang putih, dengna kandungan enzym tertentu yang mampu menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penggumpalan darah.

Daftar 5 negara dengan perempuan rata-rata paling 'singset' alias tidak terlalu gemuk adalah sebagai berikut.

1. Jepang
2. Norwegia
3. Swiss
4. Italia
5. Denmark


Tubuh singset diperoleh jika sistem metabolisme tubuh berjalan lancar. Salah satu cara memperlancar sistem metabolisme seperti yang dilakukan perempuan Italia dan beberapa negara lain di Eropa adalah tidur siang secara rutin untuk memberi kesempatan tubuh beristirahat.

Mungkin yang lebih membuat penasaran adalah perempuan Swiss yang tetap singset meski terkenal gemar makan cokelat dan keju. Rahasianya terletak pada aktivitas fisik yang seimbang, karena 30 persen perempuan di negara berjalan kaki ke tempat kerja, 10 persen naik sepeda dan hanya 38 persen yang naik mobil.

Sedangkan 5 negara yang perempuannya paling jarang kena kanker usus adalah sebagai berikut.

1. Senegal
2. Gambia
3. Fiji
4. Republik Guinea (Afrika Barat)
5. Kamerun


Permpuan Kamerun banyak makan sayuran dan lalapan dari daun-daunan segar. Kandungan serat di dalam buah-buahan maupun sayuran merupakan pencegahan alami yang paling sehat dan tanpa efek samping, serta mampu memangkas risiko kanker usus hingga 60 persen.