Radio Muslim

Rabu, 16 Juni 2010

Hikmah Shalat Khusyuk

Hikmah Shalat Khusyuk

17 Juni 2006 (Saat adeku farin ultah)

sujud1Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang dicintainya. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling dinantikan, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi’raj menuju Allah. Walau demikian, ia akan kembali lagi ke alam realitas untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Inilah makna sesungguhnya dari khusyuk.

Khusyuk dalam shalat merupakan sebuah keniscayaan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mukminun: 1-3, “Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna”.

Di lain pihak Rasulullah bersabda: Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyuan. (HR. At-Tabrani ) Dua keterangan di atas setidaknya mengadung pesan bahwa shalat seharusnya mampu membawa perbaikan kualitas hidup kita. Dengan kata lain, bila kita ingin sukses dan ingin berhasil dalam hidup ini, maka kuncinya adalah punya iman dan mampu khusyuk dalam shalat. Siapa pun di antara kita yang tidak pernah meneliti kualitas shalatnya, besar kemungkinan ia tidak akan sukses dalam hidup.

Dalam surat yang lain, Allah bersabda, “Celakalah orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya” (QS. Al Ma’un: 4-5). Redaksi ayat tersebut bukan fi tapi an, yang menggambarkan bahayanya lalai sesudah shalat. Khusyuk ketika shalat hanya memakan waktu sekitar satu jam, sedangkan sehari 24 jam.

Karenanya, tidak mungkin shalat itu hanya efektif untuk yang satu jam. Yakinlah bahwa shalat yang satu jam harus bagus dan sisanya yang 23 jam harus lebih bagus lagi. Maka orang yang shalatnya khusyuk adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan baik ketika shalat, dan sesudah shalat ia betul-betul produktif berbuat kebaikan terhadap umat.

Lalu, apa hikmah shalat yang bisa kita dapatkan? Pertama, Allah mengingatkan kita lima kali sehari tentang waktu. Orang yang khusyuk dalam shalatnya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu. Ia tidak mau waktunya berlalu sia-sia, karena ia yakin bahwa waktu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia. Pelajaran kedua dari shalat adalah kebersihan.

Tidak akan pernah diterima shalat seseorang apabila tidak diawali dengan bersuci. Hikmahnya, orang yang akan sukses adalah orang yang sangat cinta dengan hidup bersih. Dalam QS. As Syams: 9-10 Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan sesungguhnya sangat merugi orang yang mengotori dirinya”. Dengan kata lain, siapa yang shalatnya khusyuk maka ia akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.

Mulai dari dhahir, rumah harus bersih. Bersih dari sampah, dari kotoran, dan bersih dari barang-barang milik orang lain. Sikap pun harus bersih. Mata, telinga, dan juga lisan harus bersih dari maksiat dan hal-hal yang tak berguna. Dan yang terpenting pikiran dan hati kita harus bersih. Bersihnya hati akan memunculkan kepekaan terhadap setiap titik dosa, dan inilah awal dari kesuksesan.

Ketiga, sebelum memulai shalat kita harus memasang niat. Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuh ibadah akan sangat dipengaruhi oleh niat. Seorang yang shalatnya khusyu akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Ia yakin bahwa Allah hanya akan menerima amal yang ikhlas. Apa ciri orang ikhlas? Ia jarang kecewa dalam hidupnya. Dipuji dicaci, kaya miskin, dilihat tidak dilihat, tidak akan berpengaruh pada dirinya, karena semua yang dilakukannya mutlak untuk Allah.

Setelah niat, shalat memiliki rukun yang tertib dan urutannya. Jadi, hikmah keempat dari orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah cinta keteraturan. Ketidakteraturan hanya akan menjadi masalah. Shalat mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan hanya milik orang yang mau teratur dalam hidupnya. Orang yang shalatnya khusyuk dapat dilihat bagaimana ia bisa tertib, teratur, dan
prosedural dalam hidupnya.

Kelima, hikmah dari manajemen shalat yang khusyuk adalah tuma’ninah. Tuma’ninah mengandung arti tenang, konsentrasi, dan hadir dengan apa yang dilakukan. Shalat melatih kita memiliki ritme hidup yang indah, di mana setiap episode dinikmati dengan baik. Hak istirahat dipenuhi, hak keluarga, hak pikiran dipenuhi dengan sebaiknya. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk proporsional dalam beragama, karena itu salah satu tanda kefakihan seseorang. Bila ini bisa kita lakukan dengan baik insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan yang paripurna., yaitu sukses di kantor, sukses di keluarga, dan sukses di masyarakat.

Keenam, shalat memiliki gerakan yang dinamis. Sujud adalah gerakan paling mengesankan dari dinamisasi shalat. Orang menganggap bahwa kepala merupakan sumber kemuliaan, tapi ketika sujud kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan setiap orang sama derajatnya ketika shalat. Ini mengandung hikmah bahwa dalam hidup kita harus tawadhu. Ketawadhuan adalah cerminan kesuksesan mengendalikan diri, mengenal Allah, dan mengenal hakikat hidupnya. Bila kita tawadhu (rendah hati) maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kesuksesan seorang yang shalat dapat dilihat dari kesantunan, keramahan, dan kerendahan hatinya. Apa cirinya? Ia tidak melihat orang lain lebih rendah daripada dirinya.

Hikmah terakhir dari shalat yang khusyuk adalah salam. Shalat selalu diakhiri dengan salam, yang merupakan sebuah doa semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagimu. Ucapan salam ketika shalat merupakan garansi bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain. Ini adalah kunci sukses, karena setiap kali kita berbuat zalim, maka kezaliman itu akan kembali pada diri kita.

Inilah tujuh hikmah yang bisa kita ambil dari manajemen shalat khusyuk. Bila kita mampu mengaplikasikannya, insya Allah kesuksesan dunia dan akhirat ada dalam genggaman kita. Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis : Abdullah Gymnastiar
REPUBLIKA – Senin, 29 September 2003

●KEONG●●


Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : "aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !"

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang. Pelankan langkah, tenangkan hati....

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
"He's here and with me for a reason"
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,
Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia.
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannaya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..

Dan selalu bersyukur .....atas apa yang kau rasakan....! Sudah kah ?....

●●Hati yang Ikhlas....●●


Orang yang ikhlas adalah manusia yang dilindungi oleh Allah dari penyakit hati tersebut. Rasulullah memberi peringatan kepada umat Islam agar menjauhi hal-hal yang bisa menodai dan mengikis sifat keikhlasan kepada Allah seperti sombong. Sabda Rasulullah SAW: ''Sedikit dari sifat riya itu adalah syirik.Maka, barang siapa yang memusuhi wali-wali Allah niscaya sesungguhnya dia telah memusuhi Allah. Sesungguhnya Allah sangat mengasihi orang yang berbakti dan bertakwa serta yang tidak diketahui orang lain tentang dirinya. Jika mereka tidak ada dan hilang dalam acara apapun, mereka tidak dicari oleh orang lain, dan kalau mereka hadir di situ mereka tidak begitu dikenali oleh orang lain. Hati nurani mereka umpama lampu petunjuk yang akan menyinari mereka hingga mereka keluar dari tempat yang gelap gelita.'' (Hadis riwayat Hakim)

Itulah harapan dan impian mereka dengan pengabdian yang penuh tulus dan ikhlas semata-mata karena Allah. Allah berfirman, ''Katakanlah: sesungguhnya solatku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah untuk Allah Tuhan yang memelihara dan mengatur seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikianlah aku diperintahkan dan aku (di antara seluruh umatku) adalah orang yang pertama Islam (yang berserah diri kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya).'' (QS al-An'am, ayat 162 - 163).

Imam al-Ghazali menyatakan, semua manusia sebenarnya celaka, kecuali yang berilmu. Ilmuwan juga celaka, kecuali yang benar-benar mengamalkan ilmunya. Yang disebutkan terakhir ini pun celaka, kecuali yang menghiasi diri mereka dengan sifat ikhlas. Ringkasnya, selama seorang Muslim itu menyerahkan dirinya sepenuh hati kepada Allah dengan penuh keikhlasan, maka selama itulah segala gerak gerik dan diamnya, tidur dan jaganya akan dinilai sebagai satu langkah ikhlas dan tulus menuju keridaan Allah.

Tiga ciri ikhlas
Seorang yang ikhlas memiliki ciri tersendiri sehingga menjadi lambang keperibadiannya:
Pertama, tidak terpengaruh atau termakan oleh pujian dan cercaan orang lain. Bagi mereka segala pujian yang indah atau cercaan yang buruk adalah sama nilainya.
Kedua, tidak mengharapkan balasan atau ganjaran dari amal kebajikan yang pernah dilakukan, tetapi dia hanya mengharapkan keridaan Ilahi.
Rasulullah SAW bersabda: ''Pada hari kiamat nanti, dunia akan dibawa, kemudian dipisah-pisahkan, apa yang dikerjakan karena Allah dan apa yang dilakukan bukan karena Allah, lalu dicampakkan ke dalam api neraka.'' (Hadits riwayat Baihaqi)
Ketiga, orang yang tidak pernah mengungkit-ungkit kembali segala kebaikan yang pernah dilakukan. Artinya, orang yang selalu menyebut tentang kebaikan yang pernah dilakukan, apalagi menghina dan memburuk-burukkan orang yang pernah diberikan bantuan, maka sesungguhnya dia sangat jauh dari golongan orang yang ikhlas. Rasulullah SAW pernah memerintahkan kita agar bersedekah secara diam-diam, jauh dari penglihatan orang banyak. Umpama tangan kanan memberi sedangkan tangan kiri tidak mengetahuinya. Sabda Rasulullah SAW: ''Bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh dan rupa kamu, tetapi Dia hanya melihat kepada hati kamu.'' (Hadits riwayat Muslim)

^_^

●●Semoga Tuhan Menjaga Manusia Atas Nama:Perempuan●●

Mulianya seorang isteri disisi Allah…
Dan betapa berharganya wanita yang bergelar isteri ini pada keluarga, suami dan anak-anak
Rugi dan binasalah suami-suami yang tidak menghargai isteri mereka karena isteri inilah yang akan membantu mereka di akhirat kelak.Biarlah tak cantik fisik dia isterimu,yang tlah kamu pilih .

sayangilah mereka…..
Beruntungnya seorang wanita yg mempunyai rahim ini ialah dia bekerja dengan Tuhan…Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh… 7 sehingga 15 hari sebulan dia tak wajib sembahyang tetapi Allah anggap diwaktu itu sembahyang terbaik darinya. Cuti bersalin juga sehingga 60 hari.
Cuti ini bukan cuti suka hati tapi cuti yang Allah beri sebab dia bekerja dengan Allah.
Orang lelaki tak ada cuti dari sembahyang…
sembahyang wajib baginya dari baligh
sehingga habis nyawanya.Satu lagi berita gembira untuk wanita, Sepanjang dia mengandung Allah sentiasa mengampunkan dosanya, Lahir saja bayi seluruh dosanya habis. Inilah nikmat Tuhan beri kepada wanita, jadi kenapa perlu takut mempunyai anak?

Marilah kita pegang tali Allah. Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu dianggap mati syahid,Allah izinkan masuk Syurga. Untuk orang kafir dia tak dapat masuk Syurga tapi Allah beri kelonggaran siksa kubur. Untuk peringatan semua wanita yang bersuami seluruh kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat pahala tetapi dosa-dosa suami dia tak tanggung. Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan terperanjat dengan pahala extra yang banyak dia terima diatas segala kebaikan suaminya yang tak disedari. Bila dia lihat suaminya tengah terhengah-hengah di titian Sirat dia tak masuk syuga tanpa suaminya, jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk lepas masuk syurga. Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan isteri boleh bantu tambah lagi di akhirat.
Kalau seorang isteri asyik menggerutu,mulut selalu moncong terhadap suami dia tak akan dapat pahala extra ini. Manakala suami pula mempunyai tugas – tugas berat didalam dan diluar rumah, segala dosa-dosa anak isteri yang tak dididik dia akan tanggung ditambah lagi dengan dosa – dosa yang lain. Dinasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan syariat Allah agar tidak durhaka denganNya.
Sesungguhnya wanita dijadikan daripada rusuk kiri lelaki. Dia bukan dicipta dari kepala ke kaki,juga bukan dari tapak kaki.Dia dicipta dari sebelah rusuk kiri lelaki supaya dia hampir kepada kamu(lelaki),lengan lelaki dicipta untuk mempertahankan wanita,dekat dengan hati lelaki untuk disayangi.

Woman was made from the rib of man,
She was not created from his head to
top him, Nor form his feet to be stepped upon,
She was made from his side to be close
to him, From beneath his arm to be protected
by him, Near his heart to be loved by him.

“Wahai Tuhan…
ku tak layak ke syurgamu …
namun tak pula aku sanggup ke
nerakamu…kamilah hamba yang mengharap belas darimu …
“Ya Allah…jadikanlah kami hamba2 mu yang
bertaqwa ..ampunkan dosa2 kami, kedua ibu bapak kami,dosa semua umat2 islam yang masih
hidup mau pun yang telah meninggal dunia”……..

●●Beruntungnya jadi wanita...●●


Maha suci Allah yang telah menciptakan wanita sebagai pasangan laki-laki dalam bentuk yang paling sempurna. Menempatkan keduanya dalam hamaparan pelangi cinta dan taman kasih sayang-Nya. Dengan kenikmatan-kenikmatan yang tiada terhitung.

Wanita…… Anggun, cantik dan mempesona, itulah kata yang tepat dilekatkan pada dirinya. Bermula dari tulang rusuk Adam, tulang rusuk itu yang ujungnya melengkung (bengkok) dan apabila diluruskan (dengan tidak hati2) maka akan patah, penuh kelembutan tidak mengenal pemaksaan, jika dipaksa maka ia akan berbalik dan menimbulkan penyesalan. Bak pohon bambu pada bagian ujungnya, lemah gemulainya senantiasa mencium ke permukaan bumi, ketika dipaksa maka ia akan memberikan tekanan keras menjulang ke awan. Seperti itulah wanita, jika wanita telah murka, maka bisa menyebabkan kehancuran. Sejarah telah mencatat, berapa banyak keruntuhan keturunan Adam karena kemurkaan wanita.

Wanita…. . Makhluk yang istimewa, kelembutannya bagaikan sutera dari surga, memberikan ketenangan bagi siapa yang mendekapnya dengan iman, kesabarannya melebihi dalamnya lautan, fisiknya indah bagai penghuni kahyangan, kedermawanannya lebih terang dari rembulan, akhlaknya lebih harum dari pada kesturi, kerendahan hatinya lebih tinggi dari mentari, kasih sayangnya lebih menyegarkan dari pada embun dipagi hari, keteladannya membawa ketenangan, sungguh ciptaan yang sempurna.

Wanita…… Makhluk yang istimewa, Sedemikian istimewanya, bidadari-bidadari surgapun iri pada wanita, tentunya wanita-wanita yang mampu menjaga kesucian dan kehormatannya, wanita-wanita yang mengabdikan diri pada "din (agama)" Allah,wanita-wanita yang mengabdi tapi tidak menjadi abdi dimata suaminya, ialah wanita-wanita yang solehah.

Wanita….. Tahukah kau, tidak hanya engkau di anugerahi keistimewaan fisik dan tabiat. Surgapun senantiasa membukakan pintunya untuk kau masuki dari pintu mana saja yang engkau sukai yaitu jika engkau tergolong wanita yang senantiasa melaksanakan shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

Ketika engkau Wanita, bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah engkau bahwa setiap saat kau didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ajalmu tiba karena melahirkan adalah syahid dan surga menantimu. Betapa beruntungnya wanita, dianugerahi lahan peribadatan yang laki-laki tidak mendapatkannya.

Wanita…. Sadarkah kau keistimewaan mu akan membawamu ke jurang penyesalan di akhirat kelak jika engkau tidak menjaga tapi menyia-nyiakannya. Namun sebaliknya jika engkau menjaga dan merawat keistimewaanmu maka surga balasannya. Ingatlah wahai para wanita, sesungguhnya kemuliaan-mu dapat diraih manakala engkau memiliki kemampuan untuk menjaga martabat dengan iman, menghijab dirin dari kemaksiatan, menghiasi semua aktifitas dengan ibadah, menerima dan mensyukuri semua karunia yang telah Allah berikan. Janganlah engkau mau tergoda oleh kilau kehidupan dunia yang hanya sementara.

Wanita….. Tidakkah kau ingin seperti Khadijah (ra) yang mulia namanya sampai akhir zaman karena ketulusan pengorbanannya, tidakkah kau ingin seperti Siti Aisyah (ra)yang namanya senantiasa berkibar sepanjang masa karena keteladannya. Tidakah kau ingin berkumpul disurga bersama wanita-wanita hebat sebelum kamu. Janganlah kau sia-siakan kelapangan beribadah yang diberikan Allah untukmu.

Dialog Anak Dan Ibu

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati…
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya ….
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran… ..
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa …
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya. ..
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
….setelah itu, ia kembali bertanya…
” Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?”
Sang Ibupun memberikan bukunya sambil berkata…. “Pelajari tentang dia…”
ia pun mengambil buku itu
“MUHAMMAD”, judul buku yang tertulis di buku itu…..

by sigit setiawan


notes :

Sungguh indah pribadi kekasih Allah ini. Beliau pribadi paling mulia, paling indah, paling rupawan dan penggambaran fisik yang sangat sulit untuk divisualisasikan. Sebagaimana penggambaran dari Ummu Ma'bad Al Khuza'iyyah, tentang Rosulullah :

Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri, bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok dan tampan, di matanya ada warna hitam, bulu matanya panjang, lehernya jenjang, matanya jelita, memakai celak mata, alisnya tipis, memanjang dan bersambung, rambutnya hitam, jika diam dia nampak berwibawa, jika berbicara dia nampak menarik, dia adalah orang yang paling elok dan menawan jika dilihat dari kejauhan, tampan dan manis setelah mendekat....


Fisik yang rupawan dan akhlaq yang mulia, itulah tauladan kita, junjungan kita Rosulullah saw....Kami merindukanmu....

WANITA PERTAMA KALI SYAHID DALAM ISLAM ....~..~....

WANITA PERTAMA KALI SYAHID DALAM ISLAM ....~..~....
BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

ALKISAH

Pada jaman dulu bangsa Arab yang hidup di jaman jahiliah merupakan bangsa yang sangat kotor . Kepercayaannya kepada ALLAH Subhanallahu Wa Ta'ala telah dirusak dengan pemujaan berhala dan benda - benda Alam lainya. Ekonomi masyarakatnya telah dikotori dengan penindasan yang di praktikkan pihak yang kuat terhadap pihak yang lemah, kesewenang - wenangan orang - orang kaya terhadap orang - orang miskin ,serta keserakahan orang - orang yang hidup melarat.

Kebudayaan mereka telah dikontaminasi sedemikian rupa oleh kerendahan akhlak, penghinaan terhadap wanita , perbudakan sesama manusia,serta pemujaan terhadap hawa nafsu . Agama mereka adalah Agama yang kaya dengan upacara ( ritus ) tetapi miskin pengamalan.

Di saat - saat seperti itulah Allah Subhanallahu Wa Ta'ala mengutus seorang Rasul yang beranama Nabi Muhammad Saw. Beliau adalah orang suci yang bergelar Al - Amin. Beliau lahir dari keluarga yang shalih dan terpercaya , serta perngurus , pemelihara , dan penjaga Baitullah ( Ka ' bah )

Kepada masyarakat yang kotor , ditiupkannya angin kesucian. Beliau senantiasa menyeru bangsanya untuk senantiasa mengagungkan nama Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Beliau juga selalu mengingatkan manusia bahwa diri mereka telah sedemikian tercemar akibat terlalu mengutamakan dunia, padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal lagi.

FIRMAN ALLAH SUBHANALLAHU WA TA'ALA :

Sungguh berbahagia orang yang mensucikan
dirinya lalu mengingat Allah dan memuja - Nya.
Tetapi , kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia
padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal. ( Qs - Al - Ala : 14 - 17 )

Sedikit demi sedikit , berubahlah karakter bangsa Arab yang jahiliah tersebut. Mereka lebih memilih kesucian walaupun harus begelimang darah atau kehilangan nyawa. Lihatlah Sumayyah misalnya.Bersama suaminya ,Yassir , dan anaknya ,Ammar, Sumayyah masuk islam . Ia membersihkan akidahnya dari karat - karat kemusyrikan. Karenanya, ia lantas dianiaya , dipukuli , dan dijemur ditengah sengatan terik matahari padang pasir oleh kaum musyrikin Mekah.

Padahal Sumayyah adalah kanat ' adjudzan kabiratan dha ' afatan.

Ya , Ia adalah wanita tua yang sangat renta dan lemah.

Sumyyah bertahan . Abu Jahal datang dengan tombak di tangan . Ia memaksa Sumyyah mengucapkan kata - kata kufur . Waktu itu Rasulullah Saw mengutus seorang sahabat untuk menyampaikan berita kepada Sumyyah dan mengizinkannya untuk mengucapkan kalimat kufur asal hatinya tetap beriman.

Apa jawab Sumayyah ?

'' Balaghani Rasulullahissalam , inna Sumayyatallati thaharallahu qalbaha la tasthati ' u antalwusa lisanaha bikalimatil kufri.''

''Sampaikanlah salamku kepada Rasulullah Saw. Sesungguhnya Sumayyah yang telah Allah Subhanallahu Wa Ta'ala sucikan hatinya dengan keimanan, tak akan sanggup mengotori lidahnya dengan kata - kata kufur.''

Mendengar itu , Abu jahal gusar . Ia menusukkan tombaknya kerahim Sumayyah.

'' Ma tat ' alal fauri wakanat awwalu syahidatan fil islam.''

'' Ia mati karena kehabisan darah . Dan jadilah Sumayyah orang yang pertama kali syahid dalam Islam.''

SUBHANALLAH ?
Sumayyah memilih ditusuk tombak ketimbang mencemari lidahnya dengan kalimat kufur. Periksalah lidah kita ; tidakkah kita dengan mudah mengobral makian , menyebarkan fitnah , dan menggunjing kejelekan orang lain , padahal padahal kejelekan kita sendiri bertumpuk - tumpuk .

Sungguh kita telah berlaku sebagaimana yang dikatakan sebuah pepatah ; kuman diseberang lautan nampak jelas , gajah di pelupuk mata tak kelihatan. Periksalah hati kita; tidakkah kita terus dan masih memelihara didalamnya penyakit dengki , iri hati, takabur , munafik , buruk sangka , serta penyakit - penyakit hati lainnya.. ASTAGFIRULLAH...?

Semoga catatan ini bisa dijadikan contoh - contoh minimal
Dapat dijadikan rujukan dan panutan dalam menempuh
Arung kehidupan ini . amin .


JAZAKUMULLAH KHAIRAN

WASALAM